2015, Seluruh Kokab se-Jabar Wajib Ikut BPJS Ketenagakerjaan

2014-10-24 00:00:00 - BERITA - 535 VIEWS - 0 KOMENTAR - SUMBER : Reporter
http://www1.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_9968.JPG

BANDUNG -- Dalam rangka mewujudkan salah satu visi Provinsi Jawa Barat yakni meningkatkan kesejahteraan para pekerja, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan komitmennya untuk bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, yang secara resmi akan mulai beroperasi pada Juli 2015 mendatang.

Dalam pertemuan dengan Tim BPJS Ketenagakerjaan pada Kamis (23/10), di Gedung Sate Bandung, Aher menuturkan bahwa program-program yang dimiliki BPJS Ketenagakerjaan dapat memberikan keuntungan lebih kepada masyarakat, baik sebagai pekerja formal maupun informal. Kelebihan tersebut antara lain jaminan hari tua, kecelakaan kerja, kematian, dan jaminan dana pensiun.

Data BPJS menyebutkan bahwa dari 27 Kabupaten Kota se-Jawa Barat, baru 4 Kabupaten Kota yang sudah memulai kerjasama dengan BPJS. Untuk itu, Aher mengungkapkan bahwa Pemprov Jabar akan membuat surat edaran kepada pimpinan seluruh Kabupaten Kota di Jawa Barat, agar dapat ikut serta pada program pemerintah ini.

“nanti kita akan membuat surat edaran kepada Bupati Walikota, untuk sesegera mungkin bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan”, pungkas Aher. “setiap Kabupaten Kota juga punya program jaminan untuk masyarakatnya. Nah, akan sangat lebih bagus kalau dapat dikoordinasikan dengan BPJS Ketenagakerjaan. Pasti akan lebih menguntungkan”, paparnya lagi.

Sedangkan menurut Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G Masassya, program ini wajib diikuti oleh seluruh Kabupaten Kota di Jawa Barat, dalam rangka turut mendukung visi Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Bahkan, Elvyn juga mengungkapkan bahwa BPJS memiliki kewenangan untuk mencabut pelayanan publik bagi perusahaan-perusahaan yang secara sengaja tidak mengikuti ketentuan BPJS Ketenagakerjaan.

“Kita memiliki kewenangan. Tapi sebelum sampai disana, tentu kami lakukan tindakan-tindakan persuasif terlebih dahulu, seperti pendekatan, sosialisasi, mengingatkan, dan seterusnya”, imbuh Elvyn ditemui usai pertemuan dengan Aher.

Elvyn menambahkan, baru sekitar 21.000 perusahaan yang tergabung dalam BPJS Ketenagakerjaan, dari total sekitar 49.000 perusahaan eksisting di seluruh Jawa Barat.

Ditargetkan, 100% pekerja formal dan informal dapat terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan pada tahun 2018 mendatang.

Share |

BERITA TERKAIT

http://www1.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_10489.jpg 2014-12-30 00:00:00 - 1.700 Views

Wagub: Satpam, Penunjang Keamanan Lingkungan Kerja

http://www1.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_10487.jpg 2014-12-30 00:00:00 - 1.734 Views

Gubernur Ingin Teh dan Kopi Jawa Barat Mendunia

http://www1.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_10481.jpg 2014-12-29 00:00:00 - 1.050 Views

Aher Ingin Galakan Upacara Bendera di Perguruan Tinggi

KOMENTAR

Belum ada komentar

BERIKAN KOMENTAR

Your Email Address will not be published. Required fields are mart *
* *
*
You must enable javascript to see captcha here!

SOSIAL MEDIA