Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Kab. Bandung Pasok Susu Nasional Hingga 23,86%

    http://www1.jabarprov.go.id/assets/images/berita/susu.jpg

    Bandung - Sampai akhir tahun 2010, produksi susu sapi di Kabupaten Bandung telah mampu memberikan kontribusi sebesar 23,86% terhadap produksi susu nasional. Produksi ini akan masih ditingkatkan pada tahun 2011 ini.

    “Produksi tersebut pada tahun mendatang diharapkan terus meningkat, mengingat produksi susu nasional hingga saat ini baru memenuhi 30% dari total kebutuhan konsumsi masyarakat,” ujar Kadis Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bandung Hermawan.

    Dia menambahkan jika pasokan dari wilayah Kabupaten Bandung belum mencapai 30% maka masih terbuka peluang besar bagi para peternak sapi perah untuk mamproduksi susu lebih banyak.

    Melihat kondisi seperti itu, peluang pasar untuk susu produk lokal menurutnya sangat terbuka lebar. Oleh karena itu dia mengharapkan, agar para peternak sapi perah di Kabupaten Bandung untuk mengembangkan populasi ternaknya.

    Jumlah populasi sapi perah di Kabupaten Bandung pada tahun 2010 tercatat 29.702 ekor yang menghasilkan susu sebanyak 62.876 ton. Selain digunakan untuk bahan baku industri pengolahan susu (IPS), susu sapi di Kabupaten Bandung sebagian diolah oleh masyarakat dijadikan susu pasteurisasi, dodol, caramel, yoghurt, kerupuk susu dan tahu susu.

    Hermawan menyebutkan beberapa IPS yang selama ini mengambil bahan baku susu dari peternak di Kabupaten Bandung, diantaranya PT. Ultra Jaya, PT. Frisian Flag, PT. Danone dan PT. Indomilk.

    “Khusus untuk PT. Ultra Jaya dan PT. Frisian Flag, KPBS (Koperasi Peternak Bandung Selatan) Pangalengan dapat menyuplai 130 ton per hari.”

    Diakui oleh Hermawan, perkembangan sapi perah di Kabupaten Bandung paling dominan terdapat di tujuh kecamatan, masing-masing Kecamatan Pangalengan, Arjasari, Kertasari, Ciwidey, Pasirjambu, Rancabali dan Kecamatan Cilengkrang.

    Kecamatan tersebut menurut Hermawan sangat cocok untuk pengembangan sapi perah karena memiliki dataran tinggi mencapai 900 m hingga 1.500 m dpl (diatas permukaan laut).

    “Tapi rata-rata skala kepemilikan ternak sapi di Kabupaten Bandung baru mencapai satu hingga tiga ekor per KK. Jumlah ini masih jauh dari nilai ekonomis budidaya. Karena jumlah ideal kepemilikan kata Hermawan sekitar 10 ekor per peternak.”

    Usaha peternakan sapi perah di Kabupaten Bandung, hampir 90% dilakukan oleh peternakan rakyat yang memperoleh binaan dalam wadah koperasi susu. Sampai saat ini jumlah kelembagaan persusuan di Kabupaten Bandung tercatat 10 buah. Masing-masing berada di Kecamatan Arjasari, Cilengkrang, Pasirjambu, Ciwidey, Kertasari dan Pangalengan. Sedangkan lokasi pemasaran dari 10 kelembagaan ini masing-masing ke Jatinangor dan Sumedang serta sejumlah IPS.

    Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bandung mencatat, limbah kotoran sapi mencapai 703.439 kg per hari dari populasi ternak sapi sebesar 29.702 ekor. Untuk memanfaatkan limbah tersebut, pemerintah sejak tahun 2006 telah memasang instalasi biogas sebanyak 796 unit dan instalasi komposter sebanyak 114 unit. Langkah ini bisa mengurangi sekitar 10,36 % perhari terhadap produksi limbah secara keseluruhan. Guh

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus