Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Penderita Gangguan Mental Di Jabar Masih Dibawah Nasional

    http://www1.jabarprov.go.id/assets/images/berita

    BANDUNG. Merujuk kepada hasil survey beberapa lembaga, untuk penderita gangguan mental di Jabar posisinya masih dibawah Nasional.

    Hal demikian, diungkapkan Kepala RSJ Bandung, Encep Supriadi dalam keterangannya kepada wartawan Selasa sore (30/12).

    Encep , lebih lanjut memaparkan berdasarkan riset kesehatan dasar dalam kurun waktu tahun 2012 sampai 2013 gangguan mental emosional di Jabar sebesar 7,1 persen dari jumlah penduduk, sementara untuk kondisi nasional sebesar  9,1 persen dari penduduk.

    Dari gangguan tersebut, Belum tentu gangguan tersebut merupakan gangguan berat.

    Dari gangguan tersebut, gangguan mental berat secara nasional sebesar 1,6 per mil dan untuk  Jabar sebesar 1,4 per mil.

    Dengan kondisi ini,  kalau dijumlahkan dari angka per valensi jumlah penderita gangguan mental di Jabar sebesar 75.000 orang.

    Untuk yang datang ke RSJ, jelas Encep sebesar 22.000 sampai 30.000 sisanya masih banyak yang menggunakan pengobatan alternatif seperti menggunakan pengobatan secara spiritual.

    Dari penderita yang datang ke RSJ, sebagian besar menggunakan layanan rawat jalan.

    Sementara untuk  rawat inap rata-rata diprediksi tahun ini capai 5.000 orang. Penyebab utama dari gangguan jiwa, sambung Encep.  tidak satu faktor , tetapi multi faktor.

    Faktor-faktor tersebut, antara lain : biologi yaitu struktur otak sebagai pusat pikiran,  Psikologi yaitu kepribadian seseorang, sosial, ekonomi dan lingkungan serta spritual.

    Untuk gangguan berat,faktor penyebab utama akibat faktor kepribadian dan genetik.

    Bagi pasien yang datang ke RSJ, diberikan layanan  paripurna. Layanan yang disiapkan, ujar Encep meliputi IGD, rawat jalan , rawat inap dan rehabilitasi. (Nur)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus