Logistik Pengungsi Banjir Citarum Aman

2014-12-29 00:00:00 - BERITA - 1331 VIEWS - 0 KOMENTAR - SUMBER : release humas pemkab bdg
http://www1.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_10485.jpg

BANDUNGKAB-Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Dra. Hj. Nina Setiana, M.Si menjamin ketersediaan logistik untuk pengungsi korban banjir Citarum di Dayeuhkolot, Baleendah dan Bojongsoang masih cukup aman. Bahkan ia menjamin untuk dua minggu mendatang, logistik untuk pengungsi masih tersedia.

“Kami terus berusaha, agar pasokan logistik untuk para pengungsi banjir tidak berkurang, mulai dari makanan, pakaian dan obat-obatan yang dipasok oleh Dinas Kesehatan”, kata Hj. Nina Setiana. Ia mengakui pihaknya selalu melakukan koordinasi dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Bandung untuk kelancaran distribusi logistik ke pos pengungsian.

Data yang diperoleh dari BPBD Kab. Bandung mengungkapkan, jumlah pengungsi hingga Sabtu lalu (27/12) tercatat 14.640 jiwa. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibanding dua hari sebelumnya, menyusul kian menyusutnya genangan banjir di Dayeuhkolot, Baleendah dan Bojongsoang. Puncak jumlah pengungsi terjadi pada hari Kamis (25/12) yang mencapai 15.986 jiwa.

Selain menjamin pasokan logistik, Pemkab Bandung bekerjasama dengan PMI setempat memberikan rujukan kepada 31 pasien yang menjadi korban bencana banjir. Sebagian besar rujukan pasien diarahkan ke Rumah Sakit Al Ihsan Baleendah. Akibat penyakit rheumatik, stroke, jantung, kram usus, muntaber atau pasien karena penyakit lanjut usia.

Sementara posko kesehatan yang berada tidak jauh dari lokasi pengungsian, mulai tanggal 23 s.d. 27 Desember 2014 telah memeriksa pasien sebanyak 146 pasien anak-anak, dewasa dan orang tua. Mereka mengeluh karena penyakit mata, diare, gatal-gatal, pusing dan maag. Pemeriksaan dan pengobatan pasien dilakukan oleh sejumlah tenaga medis berupa pemberian obat-obatan dan pemeriksaan tekanan darah. “Kalau sakitnya cukup berat, kita rujuk ke rumah sakit terdekat menggunakan layanan ambulans yang berada diseputar lokasi pengungsian”, ucap Kabag Humas Setda Kabupaten Bandung Achmad Kosasih, S.Ip., M.Si.

Pelayanan kesehatan dilakukan keseluruh pos pengungsian dengan menerjunkan puluhan tenaga medis. Sampai hari Sabtu (27/12) jumlah pengungsi yang sudah memperoleh pelayanan dan pemeriksaan kesehatan tercatat 3.323 orang. Sebagian besar mereka menderita ISPA, hipertensi, lambung dan diare.

Usaha yang dilakukan Pemkab Bandung untuk melayani pengungsi, dilakukan dengan cara penyediaan 4 buah dapur umum untuk melayani ribuan pengungsi yang berlokasi di 75 titik. Dapur umum posko Dayeuhkolot, tercatat paling besar melayani pengungsi yang berada di 38 titik, dapur umum posko Baleendah melayani 26 titik dan dapur umum posko Parunghalang melayani 11 titik pengungsian.

Share |

BERITA TERKAIT

http://www1.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_10204.jpg 2014-11-24 00:00:00 - 649 Views

Musim Hujan, Daerah Perbukitan Rawan Longsor

http://www1.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_10180.jpg 2014-11-20 00:00:00 - 681 Views

Persoalan Sampah Bukan Hanya PR Pemerintah

KOMENTAR

Belum ada komentar

BERIKAN KOMENTAR

Your Email Address will not be published. Required fields are mart *
* *
*
You must enable javascript to see captcha here!

SOSIAL MEDIA